Macam Mana Nak Jatuh Cinta Berkali-kali Dengan al-Quran?




Macam Mana Nak Jatuh Cinta Berkali-kali Dengan al-Quran?

Nikmat hidup adalah membaca al-Quran. Rahsia hidup ada dalam al-Quran. Peta hidup adalah al-Quran. Tapi…
Macam mana nak rindu al-Quran? Biar rindu itu berasap dan membara. Bagaimana nak berasa lazat saat membaca al-Quran? Biar al-Quran terasa lebih lazat daripada mencicip makanan kegemaran.
Bagaimana nak jadikan hidup kita, ibarat makan tak kenyang, mandi tak basah kerana al-Quran? Bagaimana nak buatkan al-Quran menjadi perbualan harian kita, mimpi malam kita dan target hidup kita?
Bulatkan dulu keinginan sekarang juga.
Impian kita al-Quran. Kawan baik kita al-Quran. Pendamping dalam kenderaan kita al-Quran. Lampu di dalam kubur kita al-Quran. Penolong kita di mahsyar al-Quran.
Hidup dan mati bersama al-Quran.
Inilah cita-cita agung yang akan menolak kita terus ke depan saat kita terjatuh. Menepuk bahu kita dengan motivasi saat kita tak berdaya lagi. Membuatkan hidup kita terus bercahaya dengan impian membina hubungan dengan al-Quran, membacanya, memahaminya, merenungkannya dan menghafaznya.
Ada dua cara untuk membantu kita terus bersemangat membina hubungan cinta dengan al-Quran:
1.      Tahu darjat Al-Quran.
2.      Rasai keagungan Al-Quran.

Darjat al-Quran
·         Al-Quran kalamullah.
Al-Quran itu kata-kata siapa? Ia bukan kata-kata Yang Dipertuan Agong. Bukan juga kata-kata pemimpin para Nabi dan Rasul. Tapi ia adalah kata-kata Pencipta yang jaaauh lebih mulia daripada kata-kata semua pemimpin ternama dalam dunia ini.
Allah SWT berfirman, “Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gementar kerananya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk” (Surah al-Zumar: 23)
·         Al-Quran digeruni makhluk lain.

Al-Quran bukan benda main-main. Ia mukjizat. Amanah yang berat.
 “Kalau sekiranya Kami menurunkan al-Quran ini kepada sebuah gunung (lalu dijadikan-Nya pada gunung tersebut akal sebagaimana manusia), pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah, disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu yang telah disebutkan di atas tadi, Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir (yang kerananya lalu mereka beriman).” (Surah al-Hasyr: 21)
·         Al-Quran menunjuk arah sepanjang kehidupan.
Dengan al Quran, jalan hidup yang gelap bertukar cahaya.
 “Ini ialah Kitab (Al-Quran) Kami turunkan dia kepadamu (wahai Muhammad), supaya engkau mengeluarkan umat manusia seluruhnya dari gelap-gelita kufur kepada cahaya iman - dengan izin Tuhan mereka - ke jalan Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Terpuji.” (Surah Ibrahim: 1)
·         Al-Quran adalah penyembuh.
Apabila kita diuji sakit, bukankah kita mencari ubat?
 “Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Surah al Isra’: 82)
·         Al-Quran bersinar menyinari.
Kita mahu cahaya atau kegelapan?
 “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan.” (Surah al-Maidah: 15)
 Dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Quran).” (Surah al-Nisa’: 174)
·         Al-Quran adalah kitab peringatan.
Bukankah indah, saat kita leka, ada bicara Tuhan yang mengingatkan?
 “Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu” (Surah Yunus: 57)
“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu.” (Surah al-Nisa: 174)
·         Al-Quran penuh keberkatan.
Makin dibaca makin bertambah ilmu dan kesedaran.
 “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Surah Shad: 29)

·         Al-Quran menjelaskan segala sesuatu. Inilah kitab yang boleh memberi motivasi tiada tandingan dan memberi kegembiraan saat kesedihan.
 “Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (Surah al-Nahl: 89)
 “Al-Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu” (Surah Yusuf: 111)
·         Al-Quran membuatkan jin kagum saat mendengarnya.
“Katakanlah (wahai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadaku, bahawa sesungguhnya: satu rombongan jin telah mendengar (Al-Quran yang aku bacakan), lalu mereka (menyampaikan hal itu kepada kaumnya dengan) berkata: `Sesungguhnya kami telah mendengar Al-Quran (sebuah Kitab Suci) yang susunannya dan kandungannya sungguh menakjubkan!`Kitab yang memberi panduan ke jalan yang betul, lalu kami beriman kepadanya, dan kami tidak sekali-kali akan mempersekutukan sesuatu makhluk dengan Tuhan kami.” (Surah al-Jin: 1-2)
Allahu Akbar! Bagaimana pula sikap kita sebagai manusia?
"Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran atau adakah hati mereka terkunci?" (Surah Muhammad: 24)
·         Al-Quran, “Perkataan yang paling baik”
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran.” (Surah al-Zumar: 23)

·         Al-Quran, bacaan yang sangat mulia. Allah berfirman, “Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (Surah al-Waqiah: 77)

·         Al-Quran, kitab teragung. Allah berfirman: “Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al-Quran yang agung.” (Surah al-Hijr: 87)

·         Al-Quran, kitab tersangat mulia. Allah berfirman, “Demi Al-Quran yang sangat mulia.” (Surah Qaf: 1)

·         Al-Quran terlalu agung. Allah berfirman: “Demi Al-Quran yang mempunyai keagungan.” (Surah Shad: 1)

·         Al-Quran sarat hikmah. Allah berfirman: “Demi Al-Quran yang penuh hikmah.” (Surah Yasin: 1)

·         Al-Quran pemberi penerangan. Allah berfirman, “Al-Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.” (Surah Yasin: 69)

·         Al-Quran ibarat cahaya. Allah berfirman, “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkannya.” (Surah al-Maidah: 15)

·         Al-Quran adalah pembeza antara kebenaran dan kebatilan. Allah berfirman, “Mahasuci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Quran) kepada hambaNya.” (Surah al-Furqan: 1)

Inilah kedudukan Al-Quran.
Ia kitabullah.
Ia khabar dulu, kini dan akan datang.
Ia hukum yang tegas.
Ia mematahkan kesombongan.
Ia petunjuk.
Ia penyelamat daripada kesesatan.
Ia adalah tali yang kukuh.
Ia zikir yang utuh.
Ia jalan yang lurus.
Ia memandu nafsu.
Ia meluruskan lidah.
Ia membentangkan ilmu seluas lautan.
Ia tidak pernah lapuk dan basi.
Ilmunya penuh keajaiban.
Ia memandu hujah kita menjadi benar.
Ia menunjuk cara berhukum yang adil.
Ia memotivasikan kita dengan syurga dan pahala.
Wujudkah kitab lain sedarjat al-Quran?
Tidak ada, demi Allah, tidak ada. Tetapi, apa sudah jadi dengan sikap kita terhadap al-Quran?

Allah berfirman, “Berkatalah Rasul. Wahai Tuhanku,sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Quran ini sesuatu yang tidak diacuhkan.” (Surah al-Furqan: 30).
           Apa sudah jadi dengan kita? Kenapa kita meninggalkan sebuah kemuliaan? Ya Allah, izinkan kami jatuh cinta berkali-kali dengan al-Quran setelah mengetahui kemuliaannya ini.


Post a Comment

1 Comments

  1. SHARING MESSAGES BY MAYANMAR GROUPS ABOUT YIP KUM FOOK AT SAMNAK SAMBODHI BUDDHIST TEMPLE, TAMAN DESA JAYA, KEPONG.....
    Dear Sir and Madam,
    We are Myanmar group in Malaysia; we lived in Malaysia over decade and always went to one of SAMNAK SAMBODHI Buddhist temple in Taman Desa Jaya, Kepong, Kuala Lumpur and we were very sad and regretting with the committees of temple because they are using our monks in wrong conception of Buddhist teaching or Buddhist rules. We came to temple to help our monks and respected of our religion.
    That temple is president of name: YIP KUM FOOK(lawyer), that our monks said and he is invited our monks from Myanmar to in charge of that temple but without pay anything to our monks, added he and his not respecting of our monks and sometime he ordered of his people to collected item such as paper, mineral water etc. without inform any words to our monks. In our religious believed we can’t take anything of holy place, if we done we are sin.
    In pervious, our monk said the committees always asked money from him, when our monks gave RM20,000.00 in cash on 2001 to the committees, then committees keep silent, later committees make problem with our monk again and cancelled of our monk Visa permit to stayed in Malaysia, then our monk, Sadayaw Nandiya) go to Australia and our monk not come that temple at long time. “YIP KUM FOOK gave our monk notebook computer for to cover of that amount of money our monk said”
    Many local people around temple said, now no more people come to this temple because committees is always make problem and we are heard from local people said: YIP KUM FOOK ordered of his people to put fire of Hindu temple at Taman Daya, Kepong because he needed that place to make his business about many years ago. “Everybody known what he done for Hindu temple at Taman Daya, Kepong”

    Last time also he invited police to arrest the monks at holy place(temple) and locked the temple without afraid and shameful of people because he believed committee is big and has more authority, also his son always says to people: this temple is belonging of his father. “This temple donated from public, we are work hard for this temple”

    This temple the committees always changed the monks, now they change the new monk to in charge of temple, this new monk also complaint the bad things of committees because committees also wait for donation box only, they without help anything to our monks. And committees controlled of our monks not to talk more or complaint more, our monks lived there as slaver and afraid of committees’ members.

    In new building where remaining of Buddha statue marble; we have renovation of Buddha statue because that Buddha statue is put very low, we lift to highest the committees don’t like and unhappy. In our country, anyone be able to come temple to worship the Buddha but in Malaysia is different temple controlling by committees.
    We hope everyone preserve of Buddhist teachings, and please safety of our monks, not see only money as this of temple. When we asked some of our people (Myanmar) and local people, the committees are very low of idea because is very narrow mind and without education of religions. And committees will not be disturbing of our monks, monks are like our father to take care of Buddhism and temple is like our place of resolving of our problem.

    Recently, our monk (Sadayaw Ashin Indaka original from Madalay, Myanmar) has been staying in this temple also unhappy because the committees are not pay anything to him, he is working in hardly to advise people and we also unhappy and very sad when heard the bad news from our monks. Sometime the committees people came and shouting in the temple without have any reason and done what they need to do, our monk said, the committees of this temple don’t have Buddhist teachings in their mind, may be next time Buddhist can destroy.
    From Myanmar Buddhist group in Malaysia but many word complaint by local Buddhist community in Malaysia.

    ReplyDelete